Tampilkan postingan dengan label PROFIL BAND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL BAND. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2008

Belphegor, si setan dari Austria

Latar Belakang
Dikenal juga sebagai Betrayer
Asal: Salzburg, Austria
Genre: Death metal, black metal
Tahun aktif: 1991-sekarang
Label: Napalm, Nuclear Blast

Anggota
Helmuth - vokal (sejak 1993), gitar (sejak 1991)
Morluch - gitar (sejak 2008)
Serpenth - bass, live backing vocal (sejak 2006)

Anggota lainnya
Chris - drum (1991-1992 atau 1993)
Maxx - vokal, bass (1991-1992 atau 1993)
A-X - bass (session, antara 1993 dan 1996)
Man - drum (session, 1997, 2000)
Marius "Reverend Mausna" Klausner - bass (1996-2002)
Torturer - drum (2002-2005)
Barth - bass (2002-2006)
Robin Eaglestone - bass (session, 2006)
Nefastus - drum (2005-2006)
Sigurd - gitar (1991-2007)

Additional player
Studio
Nefastus - drum (2009)
Torturer - drum (2007)

Live
Marthyn (Martin Jovanovic) - drum (sejak 2009)
Robert Kovacic - drum (2007-2009)
Blastphemer (Jan Benkwitz) - drum (sejak 2006)
Torturer - drum (sejak 2007)
Tony Laureano - drum (2007)
Lille Gruber - drum (2007)
Anthony Paulini - gitar (2008-2010)

Belphegor adalah salah satu band black/death metal Austria yang berasal dari Salzburg, aslinya dibentuk pada tahun 1991 dengan nama Betrayer sebelum merubah namanya pada tahun 1993. Mereka menamai band mereka dengan nama setan, Belphegor.

Sejarah
Belphegor dibentuk dengan nama Betrayer pada tahun 1991 oleh vokalis dan bassis Maxx, gitaris Helmuth dan Sigurd, dan drummer Chris. Mereka merilis demo pertama mereka ‘Kruzifixion’ pada April 1991, dan ‘Unborn Blood’ kemudian. Setelah memakai nama Belphegor pada tahun 1993, mereka merilis demo lainnya, ‘Bloodbath in Paradise’ dalam format Maxi-CD. Setelah merilis demo tersebut, Maxx keluar, dan Helmuth merangkap menjadi vokalis dan gitaris sejak saat itu. Antara tahun 1993 dan 1996 A-X mengisi bass, dan setelah itu Mario "Marius" Klausner bergabung sebagai anggota penuh mengisi posisi bassis.

Belphegor segera dikontrak oleh Perverted Taste Records, label yang merilis demo ‘Obscure and Deep’ pada tahun 1994. Dalam demo ini juga terdapat lagu cover Black Sabbath ‘Sabbath Bloody Sabbath’. Album pertama mereka, The Last Supper, dirilis oleh Lethal Records pada Januari 1995. Pada waktu ini pula logo band didesain ulang dengan menyertakan dua salib terbalik yang dikelilingi oleh darah.

Album kedua ‘Blutsabbath’ dirilis pada Oktober 1997, dibantu oleh Man (dari Mastic Scum) pada drum. Diikuti dengan tur di Eropa pada bulan April dan Mei 1998 bersama Behemoth dan Ancient. Debut album ‘The Last Supper’ dirilis ulang pada tahun 1999 dan dibalut dengan cover baru dan diisi juga dengan 6 lagu tambahan dari EP ‘Obscure and Deep’.

Tahun berikutnya, album ketiga ‘Necrodaemon Terrorsathan’ dirilis oleh Last Episode (sekarang dikenal sebagai Black Attakk), di mana Man kembali mengisi drum. Belphegor kemudian meninggalkan Last Episode dan menuduh mereka sebagai "label sobekan". Pada Januari 2001, Belphegor menjadi bintang tamu di beberapa show di pentas ‘Fuck The Commerce IV’, ‘With Full Force VIII’ dan ‘Hell On Earth’ di Jerman dengan dukungan dari Dunkelgrafen dan Dawn of Dreams. Pada tahun 2002, Belphegor bermain di Summerbreeze, Brutal Assault dan Morbide Festspiele untuk beberapa pertunjukan di Jerman pada bulan Desember. Pada saat inilah Belphegor merekrut drummer Torturer (Mor Dagor) dan bassis Barth. Setelah merilis album live ‘Infernal Live Orgasm’ dengan label sendiri Phallelujah Productions, mereka dikontrak oleh Napalm Records.

Setelah dikontrak Napalm Records, formasi vokalis dan gitaris Helmuth, gitaris Sigurd, bassis Barth dan drummer Torturer merekam album keempat ‘Lucifer Incestus’, diproduseri oleh Alex Krull dari Atrocity. Album ini dirilis pada Desember 2003, dan diikuti tur di seluruh Eropa.

Belphegor masuk ke Mastersound Studio di Fellbach selama September 2004 untuk merekam album kelima ‘Goatreich-Fleshcult’, lagi-lagi dengan produser Alex Krull. Kemudian Belphegor mengikuti mini-tour pada bulan Nopember bersama Disastrous Murmur, dan bermain di X-Mass Festival di samping Napalm Death, Marduk, Finntroll dan Vader. Pada Februari 2005, Goatreich-Fleshcult dirilis dalam berbagai format, termasuk vinyl edition yang terbatas sebanyak 1.000 kopi. Lagu instrumental ‘Heresy of Fire’ ditambahkan dalam format digipack sebagai bonus. Pada bulan yang sama, drummer Torturer keluar dan diganti oleh Nefastus (Tomas Janiszewski). Pada bulan April, Belphegor menggelar 80 hari Goatreich-Fleshcult Europe Tour Pt. I dengan dukungan dari Arkhon Infaustus, Asmodeus dan In Aeternum. Kemudian mereka mengakhiri kontrak dengan Napalm Records, dengan alasan label tersebut tidak mendukung mereka secara penuh, dan mereka “dicekoki dengan peralatan yang tidak mendukung.”

Belphegor menandatangani kontrak dengan Nuclear Blast pada tahun 2005, dan memulai perekaman album ‘Pestapokalypse VI’ dengan produser Andy Classen (yang juga memproduksi debut album ‘The Last Supper’) di Stage One Studios pada bulan Nopember.

Setelah memainkan bass pada 6 dari 9 lagu di album tersebut, bassis Barth terpaksa keluar dari band dan mengakhiri karirnya setelah mengalami cedera tangan yang membuatnya tak bisa bermain lagi. Hal ini membuat Belphegor mengundurkan diri dari tur bersama Hate Eternal pada April 2006, dan Helmuth terpaksa mengisi kekosongan bass dalam album tersebut, saat Robin Eaglestone (eks Cradle of Filth, Imperial Black) kemudian direkrut sebagai session bassis untuk penampilan live antara bulan April dan Oktober. Barth kemudian digantikan oleh Serpenth, yang bergabung pada bulan Oktober.

‘Pestapokalypse VI’ dirilis pada Oktober 2006, dan drummer Nefastus keluar setelah itu. Dan Belphegor banyak merekrut session drummer termasuk Lille Grubber, Blastphemer (Jan Benkwitz) dan drummer lawas Belphegor, Torturer. Pada bulan yang sama Nuclear Blast mengeluarkan ‘Pestapokalypse VI’ dalam edisi spesial, terbatas hanya 500 kopi dalam format CD dalam digipack. Versi vinyl dari album ini juga terbatas sebanyak 500 kopi. Pestapokalypse VI kemudian dipromosikan dalam video dengan lagu ‘Bluhtsturm Erotika’ dan ‘Belphegor-Hell's Ambassador’ yang disutradarai oleh Florian Werner.

Belphegor juga akan tampil pada X-Mass Festival bulan Desember 2006, namun festival dibatalkan. Kemudian Belphegor bersama band-band lain mendukung Danzig dalam tur Blackest of the Black di Amerika Utara pada Desember 2006-Januari 2007, dan mereka tur kembali di Amerika Utara pada Februari-Maret 2007 dengan Unleashed, Krisiun, dan Hatesphere. Lalu dengan dukungan Kataklysm dan Unleashed dan juga Arkhon Infaustus, Belphegor menjadi band tamu dalam Midvinterblot European Tour Part II pada bulan Mei 2007. Mereka juga tampil di festival Wacken Open Air pada bulan Agustus. Kemudian pada bulan September, Belphegor menjadi band tamu kedua di samping Gorgoroth dalam seluruh tur di Amerika Selatan.

Pada bulan Januari 2008, Sigurd menjalani perawatan mata, dan tidak diketahui apakah ia akan terus bersama band. Namun, beberapa bulan kemudian Helmuth mengatakan bahwa Sigurd keluar sejak tur Eropa di akhir tahun 2007. Selanjutnya untuk tur mereka di Amerika Utara, pada bulan Februari 2008 Sigurd digantikan oleh Anthony Paulini, dan selanjutnya diganti oleh Morluch sebagai anggota tetap.

Pada bulan April 2008, ‘Bondage Goat Zombie’ dirilis dengan Helmuth pada vokal serta lead dan rhythm gitar, Serpenth pada bass dan Torturer pada drum. Selain dalam format CD, album ini juga dirilis dalam berbagai format termasuk limited edition digipack lengkap dengan DVD video klip, behind the scenes, dokumenter rekaman di studio, seksi live, dan pilihan terbatas Stahl lengkap dengan versi vinyl merah yang terbatas sebanyak 1.000 kopi. Diikuti dengan penampilan dalam festival Hellfest Summer Open Air di Prancis pada bulan Juni 2008, dan mendukung Nile dan Grave on the Ithyphallic dalam tur Eropa pada bulan September 2008. Pada bulan Oktober 2008, Belphegor kembali tur di Amerika Utara bersama Amon Amarth.

Diskografi
Album studio
The Last Supper (1995)
Blutsabbath (1997)
Necrodaemon Terrorsathan (2000)
Lucifer Incestus (2003)
Goatreich - Fleshcult (2005)
Pestapokalypse VI (2006)
Bondage Goat Zombie (2008)

Demo/EP
Kruzifixion (Betrayer) (1991)
Unborn Blood (Betrayer) (1991–1992)
Bloodbath in Paradise (1992)
Obscure dan Deep (1994)

Live album
Infernal Live Orgasm (2002)

Video
Vomit Upon the Cross (2001)
Lucifer Incestus (2004)
Bleeding Salvation (2005)
Belphegor - Hell's Ambassador (2006)
Bluhtsturm Erotika (2006)
Bondage Goat Zombie (2008)

Jumat, 03 Oktober 2008

Agathodaimon

Asal: Jerman
Genre: Black metal, gothic metal
Tahun aktif: 1995 – sekarang
Label: Nuclear Blast
Situs:

Agathodaimon is a black metal band from Mainz, Germany.

BIOGRAFI
The band began in September 1995[4], when guitarist Sathonys and drummer Matthias got together to assemble a dominant death metal band with harmonic arrangements (melodic death metal). They put adverts in several music magazines in the hopes that they would find suitable musicians to play with them. In answer to the advertisement, they were joined by bassist Marko Thomas and keyboardist and vocalist Vlad Dracul. The last member of their initial formation was the second guitarist, Hyperion, who joined them by the end of that year. With this formation the band recorded the Carpe Noctem demo tape, which received fair reviews from the German specialized press. It also attracted the attention of one of Century Media's executivies, who began keeping track of the band. Agathodaimon then proceeded to play minor gigs and support some European bands. Eventually, they received an offer from Century Media to fund the recording of their second demo. This demo was recorded in early 1997 and was named Near Dark. It attracted the interest of quite a few recording labels, and in the end the band opted to sign with Nuclear Blast.[5] After successfully composing the songs for their debut album Blacken the Angel, one of the members of Agathodaimon, Vlad, was forced to quit the band due to problems with immigration. After returning to his native Romania, he was denied re-entry in Germany.[5] The situation involved the fact that he had left the country during Ceauşescu's regime. The band therefore was forced to make use of guest musicians to record their debut. Akaias (from Asaru) did the vocals and Marcel "Vampallens" (from Nocte Obducta) took the role of the keyboards. Vlad's participation on the album was restricted to the solo song "Contemplation Song", which was sent to the band via air mail. The CD caused some impact, and Agathodaimon proceeded to tour with bands such as Children of Bodom and Hypocrisy. At the height of the album's success they opened gigs for Dimmu Borgir, Lacrimosa and other bands. In 1999, Vampallens decided to quit the band in order to dedicate himself fully to his main project Nocte Obducta. He was replaced by female keyboardist Christine S. To record their second album - Higher Art of Rebellion - the band travelled to Romania, in order to be able to play together with Vlad. The vocalist Akaias also participated in the recording of this album,[5] as well as singer Dan Byron performing clean vocals. Recordings took place at Magic Sound in Bucharest. A European tour as headliner with Graveworm and Siebenbürgen followed. After a short hiatus, the band recorded the album Chapter III in 2001 at the Kohlekeller Studio, Germany. Some changes to the band's structure followed, with Vlad definitely quitting the band, soon followed by Marko and Christine. Marko did leave because of health problems and quit making music, while Christine formed her own band Demonic Symphony, where she handles bass guitar and vocals. Marko and Christine were replaced by Darin Smith and Felix Ü. Walzer. In 2004 the band released the album Serpent's Embrace, which again was recorded at Kohlekeller Studio with Kristian Kohlmannslehner as producer. In early 2006 personal differences led to the split of Eddy and the rest of the band. A new bass player named Till (formerly active in Misanthropic, where Matthias also played drums for a while) joined the ranks, and the song writing for the next album is currently taking place. Release is scheduled for March 2009. Singer, Guitarist Frank "Akaias" Nordmann left in January 2007 to carry on with other musical interests.

Matthias and Jonas left the band in 2008, with Manuel Steitz taking over on drums, and in October 2008, the band announced that they had recruited a new singer, Ashtrael.

Line-up
Sathonys - Guitar, clean vocals
Jan Jansohn - guitars
Felix Ü. Walzer - Keyboards
Manuel Steitz - drums
Ashtrael - vocals

Former members
Vlad Dracul - Vocals, keyboards
Marcel "Vampallens" - Keyboards
Christine S. - Keyboards
Marko Thomas - Bass
Darin "Eddie" Smith - Bass
Hyperion - Guitar
Frank Nordmann (Akaias) - Vocals, guitars (1998-2007)
Byron - clean vocals (on Higher Art of Rebellion)
Matthias R. - Drums
Jonas Iscariot - vocals

Discography
Carpe Noctem - Demo I (1996)
Near Dark - Demo II (1997)
Tomb Sculptures (1997)
Blacken the Angel (1998)
Higher Art of Rebellion (1999)
Chapter III (2001)
Serpent's Embrace (2004)
Phoenix (2009)

Selasa, 02 September 2008

Carach Angren

LATAR BELAKANG
Asal: Landgraaf, Limberg
Genre: Theatrical Black Metal, Symphonic Black Metal
Tahun aktif: 2003 - sekarang
Label: Maddening Media
Band terkait: Vaultage
Situs:

Anggota
Seregor – Vocals dan Guitar
Ardek – Keys dan Arrangements
Namtar - Drums dan Percussion
Trystys - Live guitars

Carach Angren adalah band symphonic black metal dari Belanda, dibentuk oleh dua anggota band Vaultage. Karakter musik mereka mengemukakan penggunaan dari aransemen orkestra. Dua albumnya merupakan album konsep dengan lirik bertema tentang kisah hantu terkenal, seperti Flying Dutchman. Nama ‘Carach Angren’ sendiri berarti ‘cakar besi’ dalam bahasa Sindarian, dan merupakan nama benteng di tenggara Mordor dalam buku The Lord of the Rings, karya J. R. R. Tolkien.

Carach Angren dibentuk pada tahun 2003 di kota Landgraaf, setelah dua personel Vaultage memulai proyek sampingan, untuk mencurahkan kecintaan mereka pada legenda dan genre black metal. Nampaknya ini berjalan bagus, jadi Vaultage dibubarkan dan Carach Angren "siap menjadi langkah ke depan".

EP mereka yang pertama adalah The Chase Vault Tragedy, yang mana, seperti semua album rilisan mereka, merupakan album konsep. Berikutnya, mereka merilis EP kedua, Ethereal Veiled Existance, yang menjadi perhatian utama Maddening Media, yang memutuskan untuk mengontrak mereka pada tahun 2007. Selanjutnya, barulah Carach Angren merekam full-album pertama mereka, Lammendam.

DISKOGRAFI
Lammendam (2008)

EP
Ethereal Veiled Existance (2005)

Demo
The Chase Vault Tragedy (2004)

Jumat, 11 Juli 2008

Mastodon, Led Zeppelin versi prog-thrash

Band metal tidak selalu merasa menemukan ‘rumah’nya di komunitas underground. Contohnya, Mastodon. Lewat album ketiganya yang berjudul ‘Blood Mountain’, band progresif metal asal Atlanta, AS ini justru merasa sangat senang bisa dikontrak oleh label rekaman besar seperti Warner Bros.. Tanpa ragu, Bill Kelliher (gitar), Brann Dailor (drum), Troy Sanders (bas/vokal) dan Brent Hinds (gitar/vokal) langsung meninggalkan Relapse Records, label indie yang sebelumnya memayungi mereka dan merilis mini album ’Lifesblood’ (2001), ‘Remission’ (2002) dan ’Leviathan’ (2004) yang sempat didaulat sebagai album terbaik tahun 2004 oleh tiga majalah rock bergengsi, Revolver, Kerrang! dan Terrorizer.

Alasan pindah ke label besar sangat simpel. Mastodon butuh pengembangan. “Umur saya sekarang 35 tahun, saya punya istri dan anak. Tentu saja saya nggak bisa melenggang seenaknya ke sana-kemari. Relapse adalah label bagus, tapi kami tak bisa berkembang. Meskipun sekarang sudah jamannya internet, kami tetap harus punya album di toko-toko CD, dan Warner bisa menempatkan CD kami di lokasi di mana Relapse tak mampu melakukannya,” tandas Bill Kelliher kepada majalah Guitar World blak-blakan. Apalagi, Brent Hinds menambahkan, pihak Warner sama sekali tidak membatasi kreatifitas para personel Mastodon. “Kami bilang, kami bukan band radio. Dan ternyata Warner sangat mengerti: ‘Kalian lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan, biarkan kami yang memikirkan bagaimana menjualnya.’. F**k yeah!”

MENGHINA DREAM THEATER
Seperti kebanyakan band yang mengonsep musiknya ke arah progresif, Mastodon juga menyebut Pink Floyd dan Rush sebagai panutan utama. Terutama saat menggarap ‘Leviathan’ dan ‘Blood Mountain’. Namun dengan tambahan unsur trash metal, mereka pun lebih setuju jika disebut sebagai band pengusung warna prog-trash. Tapi satu hal yang ditekankan sekali oleh Brent, Mastodon sama sekali tak mau disandingkan dengan Dream Theater. Seperti komentarnya yang termuat di Guitar World berikut ini; “Mereka semua berpakaian seperti kaum homo. Vokalisnya terutama: cara bernyanyinya seperti penyanyi opera, rambutnya, pakaiannya, musiknya... mereka benar-benar homo!”

Di ‘Blood Mountain’, Brent juga mengakui banyak terpengaruh pola musik Led Zeppelin dan The Edge (U2) pada permainan gitarnya. Seperti di lagu ‘Sleeping Giant’ dan ’Pendulous Skin’ yang masing-masing mengingatkan orang pada lagu ‘No Quarter’ dan ‘Heartbreaker’-nya Led Zeppelin.

“Led Zeppelin benar-benar penting. Saya benar-benar bisa merasakan pengaruhnya datang di seluruh lagu, bukan cuma pada intronya,” ungkapnya terus terang. Sementara di intro lagu ‘Sleeping Giant’, Brent menghadirkan sedikit kocokan riff ber-echo yang katanya ia tiru sedikit dari teknik yang dimainkan The Edge di lagu ‘New Year’s Day’.

Di Mastodon, Brent kelihatannya sangat memegang peranan penting di departemen gitar. Terutama untuk permainan dan penempatan solo. Bahkan menurut Bill, jika tak dicegah, solo gitar Brent bisa tersebar di mana-mana. Karena Bill sendiri mengakui Brent punya kemampuan lebih untuk itu. Sementara ia sendiri lebih senang sebagai gitaris ritem dan hanya mengambil alih sedikit porsi solo ketika Brent sibuk menyanyi di panggung. “Saya mulai belajar gitar ketika berumur 15 tahun dan mulai memainkan lagu-lagu milik Van Halen, Scorpions, Led Zeppelin.... Tapi saya nggak bisa memainkan semua solo-nya yang gila-gila, jadi saya coba, bagian ritemnya saja,” ucap pengagum Weezer, Franz Ferdinand, Led Zeppelin, Clutch, Burning Bride dan The Ramones ini terus terang.

Permainan gitar terbaik Brent antara lain diunjukkan di lagu ‘Capillarian Crest’, ‘Siberian Divide’ dan ‘Bladecatcher’. Di situ, gitaris pengagum Jimi Hendrix, Jimmy Page, Frank Zappa dan The Melvins tersebut memamerkan teknik chicken picking, di mana ia menggabungkan penggunaan pick dengan petikan jari. “Saya berasal dari Alabama, jadi instrumen yang pertama kali saya pelajari adalah banjo. Dari situlah lick fingerpicking saya. Teknik ini sangat sulit, kamu memang harus terlahir dengan itu,” jelasnya.

Untuk mendapatkan sound yang diinginkannya di album ini, Brent antara lain menggunakan kombinasi gitar Gibson Custom Flying V, Ibanez Tube Screamer yang dicolokkan ke head (ampli) Marshall 1978 JMP Mark II Lead Series 100-watt plus kabinet Marshall 4x12/speaker Celestion 75-watt. Selain itu, juga ada ‘senjata rahasia’ berupa pedal distorsi bernama Mastortion buatan temannya, John Spears. Menurut Brent, sebelum merekam permainannya menggunakan Mastortion, ia harus menyalin dulu setup volumenya. Karena tenaganya sangat besar. “Bergeser sedikit volumenya, (suaranya) bisa menghancurkan head ampli saya,” koar Brent sedikit berpromosi.

SEJARAH
Mastodon dibentuk tahun 1999 oleh Brann Dailor dan Bill Kelliher yang sebelumnya pernah mengibarkan band bernama Lethargy dan Today is the Day. Di Atlanta, keduanya lantas bertemu dengan Troy Sanders (dari band Four Hour Fogger dan Social Infestation) serta Brent Hinds, juga dari Four Hour Fogger serta band Fiend Without A Face.

Setahun kemudian, kuartet ini mulai membuat rekaman demo yang dikenal dengan judul ‘9 Song Demo’. Demo yang menampilkan vokal dari Eric Saner (vokalis pertama Mastodon) tersebut direkam di kepingan CD-R ini cukup laris manis saat dijual di tempat-tempat konser mereka. Demo ini pula yang lantas di-mastering ulang oleh Relapse Records dan dirilis dengan judul ‘Call of the Mastodon’, awal 2006.

Karena adanya pertentangan dengan personel lainnya, Eric Saner lantas mengundurkan diri sebelum Mastodon mengikat kontrak dengan Relapse Records pada tahun 2001. Tahun itu juga, Mastodon merilis album rekaman pertamanya bertajuk ‘Lifesblood’. Setelah album ‘Remission’, video klip Mastodon yang berjudul ‘March of the Fire Ants’ ditayangkan MTV2. Mereka juga lantas diundang untuk mendukung album kompilasi ‘Headbanger’s Ball’.

‘Blood and Thunder’, salah satu single dari album sukses mereka, ‘Leviathan’ menjadi populer dan masuk di beberapa soundtrack game balap. Tahun 2005, lagu tersebut juga menghiasi album soundtrack ‘Need for Speed: Most Wanted’ serta ‘Project Gotham Racing 3’.

Sebelum pindah ke Warner, dua rilisan penting Mastodon ditelurkan oleh Relapse Records. Masing-masing adalah ‘The Call of the Mastodon’ serta DVD ‘The Workhorse Chronicles’ yang memuat wawancara serta beberapa rekaman konser Mastodon dari era awal karir mereka.

DISKOGRAFI
Mastodon Demo (2000)
Slig Leg (EP, 2001)
Lifesblood (EP, 2001)
March of the Fire Ants (EP, 2002)
Remission (2002)
Emerald (Split 7”, 2003)
Blood and Thunder (Single, 2004)
Leviathan (2004)
Call of the Mastodon (2006)
Crystal Skull (7”, 2006)
Blood Mountain (2006)

Sabtu, 24 Mei 2008

Trivium, the next Metallica!

Trivium yang dibentuk pertama kali pada tahun 2000 ini sebenarnya sudah pernah merilis album berjudul ‘Ember to Inferno’ (2003). Waktu itu, formasinya cuma dihuni oleh vokalis sekaligus gitaris Matt Heafy, dramer Travis Smith serta basis Brent Young. Ketiganya mendapat sambutan yang cukup bagus lewat usungan garukan cadas ala Metallica awal yang diramu bersama elemen metal yang progresif nan agresif.

Nah, gaung album itulah yang membuat perusahaan rekaman Roadrunner terpikat dan akhirnya mengontrak mereka. Hasilnya, pada Maret 2005 lahirlah album ‘Ascendancy’ yang juga telah diedarkan oleh PT Indo Semar Sakti di Indonesia. Di album ini, Trivium yang berasal dari kawasan Orlando, Florida AS ini mengubah formasinya dengan mengajak basis Paolo Gregoletto (menggantikan Brent) serta gitaris Corey Beaulieu bergabung.

Lewat ‘Ascendancy’ yang mengunggulkan single ‘Pull Harder on the Strings of your Martyr’, seketika nama Trivium melesat ke permukaan. Majalah-majalah musik, khususnya di Amerika, banyak yang memuat artikel tentang mereka. Sekaligus, juga taburan pujian. Bahkan, Trivium disebut-sebut sebagai ‘Metallica generasi baru’ karena adonan musiknya yang tidak cuma mengumbar unsur trash modern, tapi juga menaburkan banyak elemen yang melodik. Tapi seperti yang diakui oleh Travis. Mereka sama sekali tidak keberatan jika dianggap sebagai penerus Metallica. “Adalah sebuah penghargaan yang tinggi buat kami. Metallica adalah band favorit kami sejak awal. Kami bangga bisa menjadi penerusnya, sebab memang itulah yang kami lakukan. Kami memang meramu sound yang trash, namun juga memiliki sisi yang melodik.”

Pengaruh Corey Beaulieu
Ketika diwawancarai oleh SMNnews.com, gitaris Corey Beaulieu menyebut musik ‘Ascendancy’ sebagai karya yang benar-benar keras. Juga jauh lebih cepat dan berat dibanding ‘Ember to Inferno’. “Juga lebih melodik dan sarat ‘semangat perang’. Dan untuk permainan gitar, kami telah mencoba memainkan banyak variasi. Kami tak pernah berhenti pada satu pola saja.”

Khusus untuk gitar, Corey juga mengakui bahwa di beberapa lagu ia banyak terpengaruh oleh racikan aransemen gitar ala Metallica, Megadeth, Slayer hingga Pantera. “Selamanya saya akan selalu mendengarkan Pantera. Dimebag (gitaris Pantera) sangat jenius, man! Sayang kita tak lagi bisa mendengar karya musik dari Pantera atau pun Damageplan.”

Selain band-band tadi, Corey juga melahap hampir semua band metal yang mengetengahkan permainan gitar yang bagus. Guns N’ Roses adalah band pertama yang sering didengarnya, karena ia sangat mengidolai Slash. Namun ketika Corey mendengarkan album Megadeth, ia langsung terpikat pada duet gitar Dave Mustaine dan Marty Friedman. Setelah itu, Corey pun melahap band-band sejenis seperti Metallica, Slayer, Pantera, Iron Maiden hingga Pantera. Corey bahkan juga menyimak permainan gitar Yngwie Malmsteen, dan band-band metal angkatan ‘80-an kayak Motley Crue, Dokken, Warrant, Winger, White Lion, Whitesnake dan Extreme. “Memang sih lagu-lagunya kadang cengeng, tapi permainan gitarnya luar biasa!”

Senin, 21 April 2008

Burzum, pionir black metal Norwegia

Burzum adalah proyek musik yang dikerjakan oleh Varg Vikernes (yang dijuluki dengan nama ‘Count Grishnackh’). Dimulai pada tahun 1991 di Bergen, Norwegia dan segera menjadi band terkemuka yang memulai scene black metal Norwegia. Selama tahun 1992 dan 1993, Burzum merekam empat album; namun pada tahun 1994 Vikernes diadili dan dipenjara atas pembunuhan gitaris Øystein ‘Euronymous’ Aarseth dan pembakaran beberapa buah gereja. Saat dalam penjara, Vikernes merekam dua album dalam gaya dark ambient (musik berkaitan dengan lingkungan dalam nuansa gelap). Beberapa kritikus musik membantah bahwa Burzum ikut mempopulerkan aliran musik racist yang disebut juga Nasional Sosialis black metal.

Kata ‘burzum’ berarti ‘kegelapan’ dalam bahasa fiksi yang dibuat oleh J.R.R. Tolkien dalam bukunya, The Lord of the Rings. Musik Burzum mengandung unsur dan karakter umumnya dalam black metal, termasuk distorsi, riff gitar tremolo-picking, pekikan vokal menyayat, dan penggunaan blast beat (pukulan snare drum yang meledak-ledak) dan teknik double bass pada drum. Seluruh album dari band ini dibuat dalam kualitas intensitas rendah. Awalnya musik band ini menunjukkan pengaruh berat pada Tolkien; sebagai contoh, nama ‘Count Grishnackh’ diambil dari karakter orc yang bernama Grishnákh dalam buku Tolkien tersebut. Pilihan nama untuk proyek ini merefleksikan pengaruh ini dan gairah pada kata tak dikenal: ‘Burzum’ yang merupakann kata dalam Bahasa Hitam Mordor yang berarti ‘kegelapan’ (meskipun Vikernes percaya bahwa kaum Pagan mengartikannya sebagai ‘cahaya’ sebagaimana Kristiani mengartikannya sebagai ‘kegelapan’), dan merupakan satu kata yang ditemukan dalam catatan Cincin dari Satu Cincin (bagian akhir dari tulisan Cincin itu “…agh burzum-ishi krimpatul”, atau “…dan dalam kegelapan yang mengikat mereka”). Beberapa lagu awal Burzum mengandung judul seperti ‘En ring til å herske’ (‘Satu Cincin untuk mengatur’); namun, kemudian Vikernes menerangkan bahwa ini lebih condong mengacu pada mitologi Rheingold of Norse ketimbang pada buku Tolkien itu. Seperti yang ia tunjukkan pada album-album selanjutnya, pengaruh mitologi Norse dan kepercayaan Pagan pada diri Vikernes menjadi lebih-lebih nyata. Banyak dari konsep musik Burzum selanjutnya terfokus pada legenda Norse, khususnya pada dua album ambient-nya: Dauði baldrs bercerita khusus tentang legenda kematian Baldr, dan Hliðskjálf bercerita tentang kematian Wotan dan kedatangan Ragnarök (kiamat).

Secara musikal, Burzum bergerak dari black metal mentah primitif ke dalam gaya musik klasik berkaitan dengan keadaan lingkungan yang bernuansa gelap terlihat dari kecenderungannya menggunakan karakter minimalis dan hawa gelap. Musik Vikernes berkarakter ritme hipnotis dengan pengulangan dan struktur lagu yang sederhana; gaya musik ini menjadi ciri khas black metal Burzum dan album-album sejenis. Vikernes menggambarkan Burzum adalah semacam ‘mantera’ atau reinkarnasi dari dunia imajiner dalam sejarah Pagan. Setiap album, klaimnya, telah didesain seperti semacam ‘manteral’ di dalamnya, di mana setiap lagu pembuka berniat membuat pendengar tersihir, kemudian lagu berikutnya menginspirasikan sebuah ‘aspek keadaan tak sadarkan diri’ (trance), dan lagu terakhir membawa pendengar masuk ke dalam ‘dunia fantasi’ (mimpi, bagi pendengar yang jatuh tertidur—Burzum mengandaikannya sebagai musik sore hari). Vikernes menyatakan bahwa tujuan untuk membuat dunia fantas ini datang dari ketidakpuasannya terhadap dunia nyata. Dia juga menyatakan ‘pesan’ Burzum dapat ditemukan pada lirik lagu pertama dalam album pertamanya (‘Feeble Screams from Forests Unknown’).

SEJARAH
Dari tahun 1989, Vikernes bermain di band Old Funeral yang juga merupakan anggota yang akan membentuk band Immortal. Ia bermain sebagai gitaris sampai tahun 1991 saat ia membentuk band-satu-orang-nya, Burzum. Setelah merekam 2 demo, dia menjadi bagian dari scene black metal Norwegia, tertarik pada musik dan ideologinya. Dengan demonya, dia berhasil menarik perhatian Øystein Aarseth dari Mayhem, yang juga pemilik Deathlike Silence Productions. Aarseth kemudian mengontrak Burzum, dan Burzum mulai merekam album debutnya. Menurut otobiografi Vikernes di situsnya, ia berniat merekam album itu dalam kualitas rekaman yang serendah mungkin (ini menjadi ciri khas dari scene black metal Norwegia), namun masih tetap dapat didengarkan. Debut album Burzum dirilis pada tahun 1992, menjadi album kedua yang dirilis oleh Deathlike Silence Productions. Lagu ‘War’ dari album ini menampilkan Euronymous dari Mayhem, yang memainkan solo gitar ‘hanya untuk kesenangan’, menurut Vikernes.

Vikernes mengatakan ia tidak pernah tampil live dengan Burzum, namun satu hal yang menarik bahwa Samoth dari Emperor bergabung sebagai bassis walau hanya tampil dalam album Aske (EP). Kemudian, Erik Lancelot juga direkrut sebagai drummer, namun ia tidak pernah rekaman dalam satu pun lagu Burzum, dan begitu juga Samoth tidak pernah bermain live. Vikernes telah kehilangan keinginannya untuk konser secara live, dan mengatakan bahwa dia ‘tidak pernah menginginkan session-player lagi’. Oleh karena itu, Samoth dan Lancelot pergi dari Burzum. Burzum masih tetap sebagai proyek solo sampai tahun 1994, saat Vikernes ditangkap atas pembunuhan Euronymous dan pembakaran beberapa gereja di Norwegia. Album ‘Det som engang var’ dirilis sebagai album kedua Burzum pada tahun 1993, direkam pada tahun 1992.

Vikernes dipenjara atas pembunuhan Euronymous, gitaris Mayhem, juga atas pembakaran beberapa gereja di Norwegia. Selama dalam penjara, Vikernes merekam dua album dalam gaya dark ambient. Dua album tersebut dirilis dengan judul Dauði baldrs (1997) dan Hliðskjálf (1999).

Segera setelah keluar dari penjara, Vikernes mulai menulis lagu baru, 9 track metal dan dua ambient sebagai intro dan outro, untuk album Burzum selanjutnya. According to Vikernes mentions, several record companies were interested in releasing his first album in eleven years. Dia mengatakan tentang album barunya, “Aku ingin mengambil waktuku, dan membuatnya sebagai jalan yang aku inginkan. Ini tentu saja black metal, dan para penggemar dapat merasakan Burzum yang orisinil.”

Album tersebut aslinya berjudul ‘Den hvite guden’ (The White God), tapi kemudia ia mengganti judulnya dengan ‘Belus’, yang dirilis oleh ‘Byelobog productions’ pada 08 Maret 2010. Album ini juga akan disertai film yang akan dirilis pada tahun 2010, yang mengmbil cerita kehidupan Varg Vikernes pada awal 1990-an. Video ini terinspirasi dari buku ‘Lords of Chaos’, dengan judul film yang sama. Vikernes mengekspresikan penghinaannya yang dalam pada film dan buku tersebut.

DISKOGRAFI
Album studio
Burzum (1992)
Det som engang var (1993)
Aske (1993)
Hvis lyset tar oss (1994)
Filosofem (1996)
Dauði Baldrs (1997)
Hliðskjálf (1999)
Belus (2010)

Demo/promo
Burzum (Demo I) (1991)
Burzum (Demo II) (1991)
Burzum (Promo) (1992)

Album kompilasi
Burzum / Aske (1995)
1992-1997 (1998)
Ragnarok (A New Beginning) (2000)
Anthology (2002)
Draugen (2005)
Lord of Darkness Anthology (2008)

Penampilan lain
Presumed Guilty (1998) (menyumbangkan lagu ‘Et hvitt lys over skogen’)
Gummo soundtrack (1998) (menyumbangkan lagu ‘Rundtgåing Av Den Transcendentale Egenbetens Støtte’)
Fenriz Presents... The Best of Old-School Black Metal (2004) (menyumbangkan lagu ‘Ea, Lord of the Depths’)

Album penghargaan untuk Burzum
Visions: A Tribute to Burzum (2002)
A Man, A Band, A Symbol (2003)
Wotan Mit Uns! (2003)
The Tribute (2005)
Burzum: A Tribute to Count Grishnackh (2005)
Burzum Tribute Attakk (2005)
Triumph und Wille (2006)
Lost Freedom (2007)
A Hungarian Tribute to Burzum: Life Has New Meaning (2008)
Tribute to Burzum: When the Night Falls - Bethlehem Struluckt (2009)

Anggota
Varg Vikernes – vokal, rhythm dan lead guitar, bass, drum, synthesizers (1991–sekarang)
Anggota lainnya
Samoth (Tomas Haugen) – bass dalam album Aske (1992)
Erik Lancelot - drums (1992) (dia tidak merekam materi apapun dari Burzum, sama halnya dengan Samoth tidak pernah tampil live di panggung.)

Tamu
Euronymous (Øystein Aarseth) – solo gitar pada lagu ‘War’ dari Burzum dan gong pada lagu ‘Dungeons of Darkness’ (dari Burzum)